
reportasependidikan.com – Dua anak pengungsi korban gempa dan tsunami yang terjadi di kota Palu memilih melanjutkan sekolahnya di SMP Negeri 25 Makassar.
Kedua anak tersebut, yaitu: Shafira Salshabila, kelas 8 dari SMP Labschool Untad Palu dan Masyita Maulida kelas 7 dari SMP Negeri Model 5 Palu.
Kedua siswa disambut dengan tangan terbuka di SMP Negeri 25 Makassar. Bahkan, kedua anak ini mendapatkan cindera mata dari Indosat yang diserahkan pada pelaksanaan upacara Hari kedisiplinan Nasional di SMP Negeri 25 Makassar, senin (17/10).
Drs. H. Noerhadi Taiyya selaku kepala sekolah mengatakan, dengan tangan terbuka kami menerima kedua anak pengungsi dari kota Palu ini.
Karena mereka adalah korban bencana alam yang seharusnya tetap bisa melanjutkan sekolahnya dimana pun mereka sekarang berada.