"data-auto-format="rspv" data-full-width>
Categories: Ragam

Unik, Ujian di China Ada Soal Menjawab Nama Guru

"data-auto-format="rspv" data-full-width>
"data-auto-format="rspv" data-full-width>

reportasependidikan.com – Para murid di Akademi Kejuruan Budaya dan Komunikasi di Sichuan, barat daya China diberi foto tujuh orang dan diminta untuk memilih yang mana guru mereka dan menuliskan namanya.

Murid menjawab benar tidak mendapat nilai tambahan, namun murid yang salah menjawab atau tidak menjawab akan mendapat sanksi berat, seperti pengurangan 41 angka dari total nilai ujian yang diperoleh. Angka yang dikurangi itu mencapai sekitar 30 persen dari nilai total ujian.

Salah seorang guru di akademi, Hu Teng, mengatakan untuk pertama kalinya soal ujian seperti itu dimasukkan ke dalam ujian sekolah.

“Tujuan awalnya adalah untuk mengkaji sikap umum murid terhadap proses belajar. Jika mereka tidak bisa mengingat nama gurunya, maka jelas mereka sama sekali tidak tertarik dengan pelajarannya,” katanya.

Soal ujian tentang nama guru itu memicu perhatian dari para pengguna media sosial. Beberapa pengguna media sosial Weibo berpendapat pertanyaan itu tidak bermutu, kendati mereka tidak tahu atau tidak bisa menulis karakter dari nama gurunya.

Namun, beberapa mendukung kebijakan tersebut.

“Mengingat nama seseorang adalah penghormatan yang mendasar,” tulis seseorang.

Yang lainnya berpendapat, “Jika murid tidak berada di dalam kelas, tentu saja mereka tidak tahu nama gurunya, jadi itu pertanyaan yang baik!”

Beberapa sekolah menengah dan universitas di China juga berupaya untuk mengatasi murid-murid yang sering membolos.

Sebuah universitas memasang sistem pengenalan wajah di ruang kelasnya pada Oktober 2017.

Dengan sistem yang dipasang di enam ruang kuliah, mahasiswa Universitas Komunikasi di Beijing diharuskan berdiri di depan kamera komputer saat mau ikut kuliah.

Foto mereka diabadikan dan hanya dalam beberapa detik dicocokkan dengan data umum mahasiswa sebagai daftar absensi.

Sebelumnya, sistem absensi mengunakan cara tradisional dengan tulisan sehingga dengan mudah dimanipulasi. []

Sumber: Kompas

Recent Posts

Pemantauan dan Evaluasi Gerakan PBLHS ke-1 Tahun 2026 di SDI Mallengkeri I

REPORTASE PENDIDIKAN -- UPT SPF SD Inpres Mallengkeri I kecamatan Tamalate kota Makassar melaksanakan pemantauan dan evaluasi Gerakan (Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah)…

4 hari ago

SDN Tamamaung I Laksanakan Tes Kemampuan Akademik Gelombang 3

REPORTASE PENDIDIKAN - Siswa kelas 6 UPT SPF SD Negeri Tamamaung I Makassar mengikuti Ujian Tes Kemampuan Akademik (TKA) Gelombang 3. Kegiatan…

5 hari ago

SDI Kassi-Kassi Lakukan MoU dengan 2 Sekolah Binaan Adiwiyata

REPORTASE PENDIDIKAN – Dalam rangka menuju sekolah Adiwiyata Mandiri, UPT SPF SD Inpres Kassi-Kassi Makassar mengadakan Penandatanganan MoU (Kesepakatan Bersama) Adiwiyata…

6 hari ago

Pelaksanaan TKA Gelombang 3 di SDI Kassi-Kassi I

REPORTASE PENDIDIKAN - Siswa kelas 6 UPT SPF SD Inpres Kassi-Kassi I Makassar mengikuti Ujian Tes Kemampuan Akademik (TKA) Gelombang 3. Kegiatan…

7 hari ago

Peresmian Perpustakaan Balla Pakacarakdeka SDI Tamalanrea II

REPORTASE PENDIDIKAN – Perpustakaan Ramah Anak UPT SPF SD Inpres Tamalanrea II Makassar  hari ini diresmikan, jumat (24/4/2026). Perpustakaan dengan…

1 minggu ago

SDN Pongtiku II Ikut Meriahkan Hari Bakti Rimbawan dan Hari Bumi di Untia Makassar

REPORTASE PENDIDIKAN – Kementerian Kehutanan memperingati Hari Bakti Rimbawan ke-43 dan Hari Bumi Sedunia 2026, dengan menggelar aksi penanaman bersama di…

1 minggu ago
"data-auto-format="rspv" data-full-width>

This website uses cookies.