reportasependidikan.com – Sebagai upaya membangun kekuatan institusi Pendidikan dalam pencegahan korupsi, Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) Indonesia menduplikasi gerakan anti korupsi yang sudah berhasil mendorong berbagai perubahan untuk mencegah korupsi melalui Bantuan Pemerintah Program Organisasi Penggerak (Banpem POP).
Kegiatan yang didukung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (KemdikbudRistek) dan SPAK Indonesia untuk pertama kalinya menyasar guru dan kepala sekolah, yang merupakan tenaga pengajar dan manajemen sekolah untuk mengamplikasikan nilai-nilai anti korupsi dalam lingkungan sekolah melalui permainan dan pendidikan anti korupsi.
Sebagai aktifitas mendasar untuk para guru dan kepala sekolah, akan diadakan rangkaian kegiatan bagi dua guru peserta dan kepala sekolah pada 3 (tiga) wilayah intervensi terpilih, yaitu Kota Jakarta Selatan, Kota Jakarta Pusat, dan Kota Makassar.
Sebagai permulaan kegiatan dan perkenalan, SPAK Indonesia mengundang bapak dan Ibu guru untuk hadir dalam kegiatan Paska Workshop Membagun Karakter Guru, Memperkuat Peradaban Bangsa di Hotel Claro Makassar Senin, 20 Desember 2021.
Di kota Makassar, ada 5 sekolah yang menjadi Sasaran SPAK Indonesia diantaranya SD Inpres Unggulan BTN Pemda, SD Inpres Unggulan Toddopuli, SDN Maricaya, SDN Bara-Baraya 1, dan SDN Bawakaraeng 1.
Sebagai Fasilitator kegiatan adalah ibu Rima Amelia (SPAK INDONESIA), Dini Andrini (SPAK INDONESIA), dan Ema Husain (SPAK INDONESIA TIMUR).
Kegiatan berlangsung sangat seru karena diselingi dengan games dan ice breaking antikorupsi yang membuat peserta makin semangat.
Selain itu, terjadi sharing pengalaman terkait pengalaman yang diperoleh selama program pendampingan SPAK dan apa yang berubah pasca workshop.
Alphian Sahruddin, kepala SD Negeri Bawakaraeng 1 menyampaikan bahwa, setelah mengikuti workshop bersama SPAK Indonesia semakin terbuka wawasan terkait berbagai perilaku korupsi yang sering terjadi di sekolah. Diantaranya banyak gratifikasi yang sering terjadi di sekolah bahkan hal itu dianggap sebuah kewajaran. Padahal itu sangat mengganggu profesionalisme guru dalam bekerja.
Alphian juga menyampaikan, bahwa ke depan SD Negeri Bawakaraeng 1 akan memprioritaskan program Penguatan Karakter melalui menumbuhkan budaya literasi dan penanaman nilai-nilai anti Korupsi kepada guru dan siswa di sekolah.
“Insyaallah SD Negeri Bawakaraeng 1 menjadi sekolah percontohan Sekolah dengan Branding School Literasi dan Sekolah Penguatan Karakter Anti Korupsi,” pungkasnya.
REPORTASE PENDIDIKAN - Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap tanggal 5 Juni, siswa UPT SPF SD Inpres…
REPORTASE PENDIDIKAN - Rasa bahagia dirasakan Ilyanti Hasirah Nurgas, S.Pd, M.Pd saat promosi Doktornya di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar,…
REPORTASE PENDIDIKAN – UPT SPF SD Inpres Jongaya kecamatan Tamalate kota Makassar mengadakan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila pukul 07.00 WITA…
REPORTASE PENDIDIKAN - Tim futsal UPT SPF SD Inpres Tamalanrea II Makassar berhasil meraih juara I pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional…
REPORTASE PENDIDIKAN – UPT SPF SD Inpres Batua I kecamatan Manggala kota Makassar mengadakan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila pukul 07.00…
REPORTASE PENDIDIKAN - UPT SPF SD Inpres Unggulan BTN Pemda Makassar menggelar pengumuman dan pelepasan siswa kelas 6 yang dilaksanakan di…
This website uses cookies.