"data-auto-format="rspv" data-full-width>
Categories: Inspiratif

Perjuangan Alpin, Bocah Kelas II SD Untuk Bersekolah

"data-auto-format="rspv" data-full-width>
"data-auto-format="rspv" data-full-width>
Alpin (int)

reportasependidikan.com – Alpin, pelajar sekolah dasar (SD) ini butuh perjuangan untuk pergi ke sekolah. Setiap harinya, Alpin harus menempuh jarak jauh dari Parung Panjang ke Tanah Abang menggunakan KRL Commuter Line. Alpin tak diantar oleh kedua orangtuanya dan hanya sendirian. 

Kisah Alpin itu pertama kali dibagikan oleh Caroline Ferry di akun Facebooknya. Kepada detikcom, Caroline mengungkapkan dirinya kerap bertemu dengan bocah kelas 2 SD itu di stasiun Parung Panjang. Namun dia tidak mengetahui kalau Alpin pergi dan pulang sendirian naik kereta. Barulah pada pekan lalu, Caroline menanyakan kondisi Alpin yang kerap sendirian naik KRL. 

“Awalnya saya pikir dia sama orangtua. Saya biarkan saja. Pas pekan lalu saya nunggu kereta, dia berdiri di sebelah saya. Saya tanya ‘kamu sendiri? Ya sudah ikut kakak ya’. Saya Ajak dia ke gerbong cewek. Saya tanya dia sekolah di mana. Dia menjawab sekolah di dekat Thamrin City dan rumah di Parung Panjang,” kata Caroline kepada detikcom, Selasa (10/4/2018).
 


Kepada Caroline, Alpin mengatakan kedua orangtuanya tidak dapat menemani dirinya ke sekolah. Semula rumah Alpin berada di wilayah Tanah Abang. Namun karena kena gusur, dia sekeluarga pindak ke rumah saudara yang berada di Parung Panjang. 

“Ayahnya jarang pulang dan ibunya lagi sakit. Dia setiap hari bawa uang Rp 8 ribu untuk naik kereta pulang pergi. Untuk ke rumah dan sekolah dia jalan kaki. Saya waktu nemenin dia ke sekolah itu hampir satu jam dari stasiun Tanah Abang ke Thamrin City,” kata Caroline. 

Saat di KRL, banyak orang yang ingin membantu Alpin. Dari mulai memberikan makanan hingga uang agar dapat dipergunakannya. Namun baik makanan atau uang itu tak digunakan Alpin sendirian. Dia memberikannya untuk sang ibu di rumah. 

“Saya kagum sama dia. Alpin kalau ketemu orang, sama orang kan ngelihat dia sendiri. Dikasih uang tapi nggak dijajanin sama dia. Katanya buat beli beras. Pas saya ketemu dia dua kali, saya kasih makan dia dan dia bilang buat adiknya. Sepanjang jalan sampai rumah saya ajakin mampir makan nggak mau,” jelasnya. 

(sumber: detikcom)

Recent Posts

K3S Kec. Tallo Gelar Pengimbasan Program Digitalisasi Pembelajaran

REPORTASE PENDIDIKAN- Pengimbasan Program Digitalisasi Pembelajaran digelar Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) kecamatan Tallo di UPTD SPF SD Inpres Kaluku Bodoa,…

1 hari ago

Semarakkan Semangat Pramuka! SDN Pongtiku 2 Gelar Nobar Film Pramuka di Cinepolis Phinisi Point Mall Makassar

MAKASSAR, 27 Agustus 2026 – Suasana penuh sukacita dan semangat kebersamaan terlihat jelas saat seluruh siswa beserta dewan guru dan…

3 hari ago

SDI Galangan Kapal II Atasi Sampah di Sekolah dengan Inovasi Bascer

REPORTASE PENDIDIKAN - UPT SPF SD Inpres Galangan Kapal II kecamatan Tallo kota Makassar membuat sebuah inovasi yang diberi nama Bascer…

4 hari ago

SDN Bawakaraeng I Raih Runner-up Turnamen Sepak Bola Antar Pelajar DISPORA 2026

REPORTASE PENDIDIKAN - Tim sepak bola UPTD SPF SDN Bawakaraeng 1 sukses menorehkan prestasi gemilang dengan keluar sebagai runner-up dalam Turnamen…

6 hari ago

Melalui Upacara Bendera, SDI Pampang II Tanamkan Kedisiplinan

REPORTASE PENDIDIKAN - UPT SPF SD Inpres Pampang II kecamatan Panakkukang kota Makassae menggelar upacara bendera yang rutin dilaksanakan setiap hari…

6 hari ago

SDN Pongtiku II Tingkat Minat Baca Siswa Melalui Inovasi Pojok Literasi Siswa

REPORTASE PENDIDIKAN - UPT SPF SD Negeri Pongtiku II kecamatan Bontoala kota Makassar terus menumbuhkan minat baca di kalangan siswa melalui sebuah…

1 minggu ago
"data-auto-format="rspv" data-full-width>

This website uses cookies.