"data-auto-format="rspv" data-full-width>
Categories: AktivityGuru

Pendampingan In Service Sekolah Pelaksana K-13 Jenjang SD di SDN Rappocini

"data-auto-format="rspv" data-full-width>
"data-auto-format="rspv" data-full-width>
Saat pembukaan pendampingan On Service K-13

reportasependidikan.com – Pendampingan In Service sekolah pelaksana kurikulum 13 (K-13) jenjang SD Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) provinsi Sulawesi Selatan tahun 2018 digelar di SDN Rappocini, kamis (27/9).

Kegiatan ini diikuti 20 sekolah dasar yang ada di kecamatan Rappocini dengan menyertakan masing-masing 3 guru yang terdiri dari guru agama, guru kelas bawah dan guru kelas atas.

Juli Astutik, S.Pd, M.Pd selaku kepala SDN Rappocini yang bertindak sebagai ketua panitia mengatakan, kegiatan pendampingan In Service ini merupakan lanjutan dari bimbingan teknik K-13 yang sebelumnya dilaksanakan di SD Pertiwi.

“Jadi, ini lanjutan dari kegiatan yang sebelumnya dilaksanakan di SD Pertiwi. Setelah kegiatan ini, masih akan dilanjutkan lagi dengan On Service,” ungkapnya kepada reportasependidikan.com.

Peserta pendampingan K-13

Sementara itu, Dr. Pantja Nurwahidin, M.Pd selaku kepala bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) yang hadir mewakili Kepala Dinas Pendidikan kota Makassar dalam arahannya menekankan kepada guru agar bisa menggunakan dana sertifakasinya untuk keperluannya sebagai pendidik.

Menurutnya, dana sertifikasi yang diterima guru kadang disalahgunakan dengan membeli keperluan yang tidak ada kaitannya dengan peningkatan kompetensi guru. Seperti, digunakan untuk membeli atau membayar cicilan kendaraan.

Parahnya lagi, lanjutnya, ada pula guru yang menggunakan dana sertifikasinya untuk dijadikan modal usaha. Kemudian usahanya berkembang, terbengkalailah tugasnya sebagai guru. Dan guru tersebut membayar guru honor untuk menjalankan tugasnya sebagai guru.

“Jadi, kalau sertifikasi guru tersebut Rp 4 juta. Lalu dia bayar guru honor Rp 1 juta, kan masih dapat Rp 3 juta,” kata Pantja dihadapan 60 peserta yang hadir.

Untuk itu, Pantja mengharapkan, agar guru-guru yang sudah menerima sertifikasi, hendaknya menggunakan dana tersebut untuk menunjang kinerjanya, minimal bisa membeli buku refrensi 1 setiap minggunya.

Kegiatan yang menggunakan dana APBN melalui Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sulsel ini menghadirkan 4 pemateri. Salahsatunya, Alphian Syahruddin, S.Pd guru SDN Kompleks IKIP I.

Recent Posts

K3S Kecamatan Tallo Gelar Diseminasi Revitalisasi Bahasa Daerah Makassar

REPORTASE PENDIDIKAN – Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Tallo, Kota Makassar, menggelar kegiatan diseminasi revitalisasi bahasa daerah Makassar yang diikuti…

10 jam ago

Penguatan Literasi dan Numerasi di SDI Borong Jambu I

REPORTASE PENDIDIKAN - Suasana pagi di lingkungan UPTD SPF SD Inpres Borong Jambu I kecamatan Manggala kota Makassar terlihat hidup dan…

21 jam ago

Maulid Nabi Muhammad SAW di SDI Batua I

REPORTASE PENDIDIKAN - Peringatan maulid nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 12 Hijriyah juga digelar di UPTD SPF SD Inpres Batua I…

3 hari ago

SD Kompleks Rappokalling Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

REPORTASE PENDIDIKAN - UPTD SPF SD Kompleks  Rappokalling kecamatan Tallo kota Makassar menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, 12 Rabiul Awal 1448…

3 hari ago

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SDI Sambung Jawa III

REPORTASE PENDIDIKAN - UPTD SPF SD Inpres Sambung jawa III kecamatan Mamajang kota Makassar menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, 12 Rabiul Awal…

3 hari ago

SDI Bertingkat Mamajang I Melalui Maulid Bangun Generasi Unggul

REPORTASE PENDIDIKAN - UPTD SPF SD Inpres Bertingkat Mamajang 1 kecamatan Mamajang kota Makassar menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dipusatkan…

5 hari ago
"data-auto-format="rspv" data-full-width>

This website uses cookies.