reportasependidikan.com – Akibat pandemi Covid-19 yang cukup berkepanjangan, aktivitas pembelajaran siswa harus dihentikan di sekolah.
Siswa hanya dapat mengikuti pembelajaran secara daring (dalam jaringan) di rumah saja.
Namun tidak semua siswa memiliki sarana online seperti henpon android yang dapat digunakan mengunggah atau mengikuti aplikasi pembelajaran secara daring.
Untuk itu, SD Negeri Mattoanging II terpaksa meminta siswanya yang tidak punya henpon android untuk datang di sekolah. Namun jumlahnya dibatasi dan mengikuti protokol kesehatan Covid-19.
Seorang guru kelas 4 mengatakan, selama pandemi kami (guru) bergantian melakukan piket di sekolah.
Bagi guru yang melakukan piket seperti saya pada hari ini, biasanya kami meminta siswa untuk hadir. Jumlahnya tidak banyak. Biasa ada 2 siswa hingga 4 siswa.
Walaupun ada siswa yang mempunyai henpon android kami juga tetap memintanya untuk hadir. Tapi ini berlaku kepada siswa yang kemampuan belajarnya di bawah rata-rata untuk mendapatkan bimbingan khusus.
“Kami berharap pandemi ini segera berlalu agar siswa dapat belajar secara normal seperti biasanya,” harapnya.
REPORTASE PENDIDIKAN - Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap tanggal 5 Juni, siswa UPT SPF SD Inpres…
REPORTASE PENDIDIKAN - Rasa bahagia dirasakan Ilyanti Hasirah Nurgas, S.Pd, M.Pd saat promosi Doktornya di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar,…
REPORTASE PENDIDIKAN – UPT SPF SD Inpres Jongaya kecamatan Tamalate kota Makassar mengadakan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila pukul 07.00 WITA…
REPORTASE PENDIDIKAN - Tim futsal UPT SPF SD Inpres Tamalanrea II Makassar berhasil meraih juara I pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional…
REPORTASE PENDIDIKAN – UPT SPF SD Inpres Batua I kecamatan Manggala kota Makassar mengadakan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila pukul 07.00…
REPORTASE PENDIDIKAN - UPT SPF SD Inpres Unggulan BTN Pemda Makassar menggelar pengumuman dan pelepasan siswa kelas 6 yang dilaksanakan di…
This website uses cookies.