"data-auto-format="rspv" data-full-width>
Categories: Ragam

Miris, Selama Mengajar Guru Ini Hanya Dibayar Ucapan Terima Kasih

"data-auto-format="rspv" data-full-width>
"data-auto-format="rspv" data-full-width>

 reportasependidikan.com – Satu lagi potret mirisnya pendidikan di Indonesia, sebuah sekolah bernama SDN 129 Kaur Desa Cinta Makmur, Kecamatan Muara Sahung, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu menjadi saksi belum meratanya fasilitas pendidikan.

Sekolah dengan bangunan kelas yang reyot ini menyimpan dua mutiara berharga di dalamnya. Pasalnya disana ada dua orang guru yang setiap bulannya dibayar hanya dengan ucapan terima kasih oleh orang tua murid. Mereka adalah Ahliah dan Wiliarni, dua pengajar tangguh di Desa Cinta Makmur.

Kedua guru dengan status honorer itu setia memberikan kegiatan belajar mengajar (KBM) kepada 45 murid SD, di desa yang dihuni oleh 125 Kepala Keluarga (KK) itu.

Sejak pembangunan sekolah Juli 2006 hingga Juli 2008 keduanya bekerja secara sukarela untuk mengajar siswa di sana. Pasalnya jarak tempuh pada sekolah sebelumnya sangat jauh dan harus melewati jalan yang curam, sehingga para warga berinisiatif membangun sekolah SDN 129 Kaur.

”Sejak aktif kami berdua, sama sekali tidak ada menerima honor atau gaji dari orangtua. Kita bekerja secara ikhlas saja. Cukup dengan ucapan terima kasih, hal itu kita alami pada tahun 2006 hingga Juli 2008 lalu,” kata Ahliah.

Bangunan sekolah hanya ada beberapa meja dan kursi untuk murid SD, kondisinya sudah reot. Ruangan itu digunakan untuk murid SD Kelas I, II dan Kelas III, yang digunakan secara bergantian selama pembelajaran berlangsung.

”Ruang kelas itu digunakan secara bergantian. Bangunan itu dipisahkan dengan pembatas papan antara kelas,” jelas Ahliah.

Guru lainnya, Wiliarni pada 2008 silam telah diangkat menjadi honorer oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Kaur, dengan honor sebesar Rp50 ribu hingga Rp75 ribu setiap bulannya.

Meski begitu, nasib guru disana masih kurang mendapatkan perhatian yang serius.

“Kita berharap guru di sini juga mendapatkan perhatian dari pemerintah,” harap Wiliarni dikutip Okezone, Selasa (28/2/2017). []

SatuMedia

Recent Posts

SDI Pampang II Perkuat Langkah Menuju Adiwiyata Nasional

REPORTASE PENDIDIKAN -  UPT SPF SD Inpres Pampang II kecamatan Panakkukang kota Makassar terus memperkuat langkah menuju Sekolah Adiwiyata Nasional 2026.…

1 hari ago

SMPB di SMPN 25 Makassar Berjalan Lancar

REPORTASE PENDIDIKAN - Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 jalur Non Domisili di UPT SPF SMP Negeri 25 Makassar menuai…

3 hari ago

Ramah Tamah Siswa Kelas 6 SDI Unggulan Toddopuli

REPORTASE PENDIDIKAN - UPT SPF SD Inpres Unggulan Toddopuli kecamatan Panakkukang kota Makassar menggelar acara ramah tamah siswa/siswi kelas VI, selasa…

6 hari ago

SDN Balang Baru Lepas Siswa Kelas 6 dengan Penuh Harapan

REPORTASE PENDIDIKAN - UPT SPF SD Negeri Balang Baru kecamatan Tamalate kota Makassar menggelar pengumuman dan pelepasan siswa kelas 6. Kegiatan…

1 minggu ago

Faber-Castell Gelar Lomba Mewarnai di SDI Kampus IKIP

REPORTASE PENDIDIKAN — Faber-Castell menggelar lomba mewarnai di UPT SPF SD Inpres Kampus IKIP kecamatan Rappocini kota Makassar. Kegiatan yang dilaksanakan…

1 minggu ago

Forum Sekolah Adiwiyata Makassar Gelar Coaching Pengisian Softfile dan Aplikasi SIDIA

REPORTASE PENDIDIKAN - Forum Sekolah Adiwiyata kota Makassar menggelar Coaching pengisian softfile dan aplikasi  SIDIA bagi calon sekolah Adiwiyata Nasional dan…

1 minggu ago
"data-auto-format="rspv" data-full-width>

This website uses cookies.