"data-auto-format="rspv" data-full-width>
Categories: Guru

Mendikbud: Mutasi Guru Akan Dibahas Oktober

"data-auto-format="rspv" data-full-width>
"data-auto-format="rspv" data-full-width>

reportasependidikan.com  – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan mutasi guru untuk mendukung sistem zonasi pemerataan guru dalam rangka pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan akan dibahas Oktober 2018 bersama dinas pendidikan seluruh Indonesia.

“Pertengahan Oktober 2018 rencana kita akan duduk bersama dengan dinas-dinas, kita sudah punya peta kasar, peta awal tentang zona masing-masing kabupaten dan kota, nanti kemudian akan kita cocokkan, kita konfirmasi dengan kabupaten dan kota ini sudah cocok atau belum sehingga di situ nanti akan ada penyesuaian karena mereka lebih tahu detail lapangan,” kata Muhadjir, di Jakarta, Rabu (29/8).

Muhadjir mengatakan ada empat kategori guru dalam pembahasan mutasi guru untuk proses redisribusi ke sekolah-sekolah nantinya, yakni guru sebagai pegawai negeri sipil yang sudah bersertifikat, guru sebagai pegawai negeri sipil yang belum bersertifikat, guru tidak tetap dan sudah bersertifikat dan guru tidak tetap dan tidak bersertifikat.

Keberadaan empat kategori guru itu, menurut dia, harus merata di semua sekolah.

“Tidak bolah ada sekolah yang isinya pegawai negeri sipil semua, tapi ada sekolah yang lain punya pegawai negeri sipil hanya satu yaitu kepala sekolah, daerah sudah tidak boleh lagi melakukan itu,” tuturnya.

Muhadjir menuturkan, dirinya sedang membahas dengan menteri keuangan untuk membuat sistem penghargaan atau imbalan (“reward”) dan sanksi (“punishment”) terhadap daerah yang tidak mengikuti peraturan untuk mutasi guru karena redistribusi guru merupakan bagian dari upaya sesuai arahan Presiden RI untuk pemerataan dan peningkatan kualiatas pendidikan.

“Nanti ketemu dinas-dinas seluruh Indonesia, (mutasi guru) itu akan kita bicarakan,” tuturnya.

Muhadjir menuturkan dalam pertemuan dengan dinas pendidikan di seluruh Indonesia, akan dibahas koordinasi bantuan baik fisik maupun nonfisk untuk difokuskan ke sekolah-sekolah yang memang harus diafirmasi sehingga bantuan tidak diecer-ecer.

“Pertimbangan kita justru akan kita mulai dari sekolah paling lemah,” ujarnya. (*)

Recent Posts

Faber-Castell Gelar Lomba Mewarnai di SDI Kampus IKIP

REPORTASE PENDIDIKAN — Faber-Castell menggelar lomba mewarnai di UPT SPF SD Inpres Kampus IKIP kecamatan Rappocini kota Makassar. Kegiatan yang dilaksanakan…

6 hari ago

Forum Sekolah Adiwiyata Makassar Gelar Coaching Pengisian Softfile dan Aplikasi SIDIA

REPORTASE PENDIDIKAN - Forum Sekolah Adiwiyata kota Makassar menggelar Coaching pengisian softfile dan aplikasi  SIDIA bagi calon sekolah Adiwiyata Nasional dan…

6 hari ago

SDI CIlallang Gelar Pentas Seni Lepas Siswa kelas 6

REPORTASE PENDIDIKAN -  UPT  SPF SD Inpres Cilallang kecamatan Rappocini kota Makassar menggelar acara pentas seni dan Pelepasan Siswa-Siswi Kelas…

6 hari ago

Guru dan Kader Adiwiyata SDI Tamamaung III Benahi Lingkungan Sekolah

REPORTASE PENDIDIKAN - Pelestarian lingkungan sekolah merupakan upaya yang sangat penting dan mendesak dilakukan. Kegiatan pembelajaran di lingkungan yang bersih, terawat…

1 minggu ago

Penamatan Siswa Kelas 6 SDI Perumnas Antang I

REPORTASE PENDIDIKAN - UPT SPF SD Inpres Perumnas Antang I kecamatan Manggala kota Makassar menggelar penamatan dan pelepasan siswa kelas 6…

1 minggu ago

SDI Tamalanrea 2 Sosialisasikan Inovasi Digital “STANDU MAKESSING” untuk Sekolah Bersih dan Berkarakter

REPORTASE PENDIDIKAN – Dalam rangka meningkatkan efektivitas pengelolaan lingkungan sekolah, UPT SPF SD Inpres Tamalanrea 2 menggelar kegiatan Sosialisasi Inovasi STANDU…

1 minggu ago
"data-auto-format="rspv" data-full-width>

This website uses cookies.