"data-auto-format="rspv" data-full-width>
Categories: Ragam

Kepsek dan Guru Sedih, SMP ini Hanya Dapat 2 Siswa Baru

"data-auto-format="rspv" data-full-width>
"data-auto-format="rspv" data-full-width>

reportasependidikan.com – SMP Gatra Surabaya tak merasakan kemeriahan seperti sekolah lain di hari pertama tahun ajaran 2019/2020. Pasalnya SMP swasta ini diketahui hanya mendapatkan 2 siswa baru di tahun ajaran baru ini!

Fakta ini sendiri terungkap melalui pernyataan salah satu guru pengampu mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SMP Gatra, Eka Vina pada Jumat (5/7/2019).

“Masak hanya dua jari siswa kami,” ungkap Vina yang tetap setia duduk di meja piket sekolah, sambil terus berharap masih ada calon siswa baru yang mendaftar di lembaga pendidikan dari Yayasan Trisula tersebut.

Lebih lanjut Vina menjelaskan bahwa kondisi tersebut membuat kepala sekolah dan 11 guru yang ada di Jalan Johor Perak, Kecamatan Pabean Cantkan, Surabaya ini membuat psikologis mereka terpukul dan sedih.

Apalagi selama ini dia hanya mendapat bayaran sebesar Rp 18 ribu per bulan, ditambah dengan bayaran mengajar sebanyak Rp 20 ribu untuk tiap jam.

“Kalau ditanya gaji saya sedih. Saya nangis. Lebih rendah dari tukang becak dan kalah dengan kuli. Tapi saya terpanggil untuk tetap mengajar dan menjadikan anak-anak tumbuh secara terdidik,” terangnya lirih.

Meskipun begitu, Vina dan guru-guru di SMP Gatra mengatakan, pihaknya akan tetap mengajar apabila pihak sekolah masih menghendaki dan berharap menerima tunjangan profesi pendidik (TPP), yang akan sulit terpenuhi ketika hanya memiliki dua siswa saja.

Sementara itu, Abdul Aziz Panigoro selaku Kepala SMP Gatra menyebut bahwa kondisi ini terjadi karena desakan demo PPDB zonasi yang membuat Dinas Pendidikan Kota Surabaya memutuskan untuk melakukan penambahan pagu SMP negeri hingga 7 ribu siswa.

Dilansir dari Kompas.com, pagu SMP negeri yang semestinya 18.325 bertambah menjadi 25.233 setelah ada gelombang demo PPDB zonasi.

“Kebijakan ini tidak berpihak kepada SMP swasta. Sepanjang sejarah baru kali Ini sekolah kami hanya mendapat 2 siswa. Apakah akan kami bubarkan, leluhur kami menghendaki layanan pendidikan ini harus tetap ada,” ujar Aziz. []

SUMBER: HAI ONLINE

Recent Posts

SDI Pampang II Perkuat Langkah Menuju Adiwiyata Nasional

REPORTASE PENDIDIKAN -  UPT SPF SD Inpres Pampang II kecamatan Panakkukang kota Makassar terus memperkuat langkah menuju Sekolah Adiwiyata Nasional 2026.…

1 hari ago

SMPB di SMPN 25 Makassar Berjalan Lancar

REPORTASE PENDIDIKAN - Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 jalur Non Domisili di UPT SPF SMP Negeri 25 Makassar menuai…

3 hari ago

Ramah Tamah Siswa Kelas 6 SDI Unggulan Toddopuli

REPORTASE PENDIDIKAN - UPT SPF SD Inpres Unggulan Toddopuli kecamatan Panakkukang kota Makassar menggelar acara ramah tamah siswa/siswi kelas VI, selasa…

6 hari ago

SDN Balang Baru Lepas Siswa Kelas 6 dengan Penuh Harapan

REPORTASE PENDIDIKAN - UPT SPF SD Negeri Balang Baru kecamatan Tamalate kota Makassar menggelar pengumuman dan pelepasan siswa kelas 6. Kegiatan…

1 minggu ago

Faber-Castell Gelar Lomba Mewarnai di SDI Kampus IKIP

REPORTASE PENDIDIKAN — Faber-Castell menggelar lomba mewarnai di UPT SPF SD Inpres Kampus IKIP kecamatan Rappocini kota Makassar. Kegiatan yang dilaksanakan…

1 minggu ago

Forum Sekolah Adiwiyata Makassar Gelar Coaching Pengisian Softfile dan Aplikasi SIDIA

REPORTASE PENDIDIKAN - Forum Sekolah Adiwiyata kota Makassar menggelar Coaching pengisian softfile dan aplikasi  SIDIA bagi calon sekolah Adiwiyata Nasional dan…

1 minggu ago
"data-auto-format="rspv" data-full-width>

This website uses cookies.