Kepala UPT SPF SDI Pannara melaporkan kepada tim Massikola (Makassar Siap Sekolah) bentukan dr. Udin Shaputra Malik, bahwa adiknya mendapati siswa yang putus sekolah di dekat kawasan rumahnya, Kompleks KODAM Borong.
Setelah semalam Kepala Sekolah langsung mengabarkan ke Zhuchri Kasman sebagai tim Massikola, kemudian diaturlah jadwal pada hari Senin, 7 November 2022 siswa akan ditemui oleh tim Massikola didampingi orangtua dan Kepala Sekolah.
Tepat pukul 15.00 Wita, tim Massikola bertemu dengan mereka.
Setelah berdiskusi sekitaran 20 menit mempertanyakan kondisi dan alasan hingga berhenti sekolah, diketahui bahwa Rafa adalah anak yang menjadi tulang punggung keluarga setelah bapaknya berpisah dengan ibunya.
Saat ini Rafa bersama dua adik sambungnya tinggal bersama dengan ibunya. Rafa bekerja setelah pulang sekolah hingga sore hari sebagai tukang parkir yang biasanya mendapat Rp 20.000 dan paling banyak Rp 30.000 untuk diserahkan ke ibunya.
Terkadang ibunya mengutang untuk sekedar beli keperluan untuk mencuci pakaian.
Kepala Sekolah pun berkeinginan membantu dengan menjadikan ibu dari Rafa untuk berjualan di kantin sekolah. Sehingga bisa membuat ibunya mendapatkan penghasilan untuk ketiga anaknya. Dan Rafa bisa fokus bersekolah demi meraih cita-citanya menjadi pemain sepakbola atau bekerja di pelayaran.
Rafa anak yang tenang dan tidak memiliki sikap yang kasar, itu tampak sekilas dari obrolan bersama dengan Rafa selama berada di ruangan Kepala Sekolah.
Hj. Darmawati, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa, “Anak ini adalah masa depan bangsa yang tidak bisa dibiarkan untuk tidak bersekolah, apalagi dia yang sangat berkeinginan bersekolah, namun karena faktor biaya dan kehidupan rumah tangga yang menyebabkan anak ini tidak bersekolah.”
Dihubungi melalui sambungan telepon, dr. Udin Malik selaku Founder Massikola mengatakan, “Semua anak harus sekolah, jika memang mereka berkeinginan untuk bersekolah. Pun tidak bisa bersekolah, kita carikan solusi agar memiliki ijazah agar mereka bisa menggunakan ijazah tersebut untuk keperluan mencari kerja bahkan mengejar cita-cita.”
Massikola pun mengajak masyarakat untuk terus membantu anak yang putus maupun tidak sekolah untuk bisa kembali bersekolah dan menggapai cita-citanya hingga mengubah masa depannya kelak dari kondisinya saat ini.
Rehania selaku orangtua siswa, berterima kasih atas bantuan tim Massikola, Kepala Sekolah dan dr. Udin Malik
REPORTASE PENDIDIKAN - UPT SPF SDN KIP Bara-Baraya I Makassar hari ini, Senin 20 April 2026, melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA)…
REPORTASE PENDIDIKAN- UPT SPF SD Inpres Mellengkeri I kecamatan Tamalate kota Makassar membentuk komunitas orang tua siswa dengan nama SITONGKA CERDAS. Komunitas…
REPORTASE PENDIDIKAN - UPT SPF SD Inpres Perumnas IV kecamatan Rapoocini kota Makassar bersiap menuju Adiwiyata Nasional tahun 2026. Persiapan menuju…
REPORTASE PENDIDIKAN - Bimbingan Teknis (Bimtek) penyusunan softfile dan penggunaan aplikasi SIDIA dalam Forum Adiwiyata sekolah digelar di Aula SMK Telkom…
REPORTASE PENDIDIKAN - Bimbingan Teknis (Bimtek) penyusunan softfile dan penggunaan aplikasi SIDIA dalam Forum Adiwiyata sekolah digelar di Aula SMK Telkom…
REPORTASE PENDIDIKAN-- UPT SPF SD Inpres Layang Tua I kecamatan Bontoala kota Makassar menggelar bimbingan teknik (bimtek) Calon Sekolah Adiwiyata Nasional sekaligus…
This website uses cookies.