"data-auto-format="rspv" data-full-width>
Categories: BerandaRagam

“Kami Mulai dari Lorong”: Cerita Kepala Sekolah di Balik Inovasi Lorong Literasi Tamamaung (LOLITA) SDI Tamamaung I Ubah Area Bawah Tangga dan Selasar Jadi Ruang Baca Kreatif

"data-auto-format="rspv" data-full-width>
"data-auto-format="rspv" data-full-width>

Makassar – “Kami tidak punya ruang perpustakaan yang luas dan megah. Tapi kami punya lorong selasar dan tangga serta semangat untuk berubah.” Begitulah awal mula lahirnya Lorong Literasi Tamamaung (LOLITA) di SD Inpres Tamamaung I, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar.

Saya, sebagai kepala sekolah, menyaksikan sendiri bagaimana ruang kecil bawah tangga yang tak termanfaatkan, dan  selasar yang hanya menjadi area lalu lalang siswa kini menjadi pusat inspirasi. LOLITA bukan sekadar program, tapi wujud dari harapan kami untuk menghadirkan literasi yang hidup, dekat, dan menyenangkan bagi anak-anak.

Di LOLITA 1, anak-anak bisa membaca biografi tokoh lokal dan internasional, menikmati buku digital dan film edukatif, membaca puisi, lagu, dan pappasang suku Makassar. Kami juga menambahkan area bermain dan miniatur ekosistem laut dan darat agar mereka bisa belajar dengan cara yang lebih visual dan kontekstual.

Sementara di LOLITA 2, kami mengajak siswa merawat tanaman sekolah. Mereka belajar mengenali jenis tanaman, memahami manfaatnya, dan merawatnya dengan penuh tanggung jawab. Di lorong ini, literasi bertemu dengan ekologi. Anak-anak tidak hanya membaca, tapi juga merasakan dan berinteraksi langsung dengan alam.

Saya percaya, literasi tidak harus menunggu fasilitas sempurna. Dari ruang sempit di bawah tangga, kami mulai. Dari selasar yang dulu sepi, kami hidupkan semangat belajar. Guru dan siswa bergotong royong, mendekorasi, menyusun konten, dan menjaga lorong ini bersama-sama.

Kini, LOLITA bukan hanya tempat membaca. Ia menjadi ruang refleksi, tempat diskusi kecil, bahkan galeri karya siswa. Setiap sudutnya menyimpan cerita, semangat, dan harapan. Sebagai kepala sekolah, saya bangga melihat bagaimana lorong biasa bisa menjadi jendela dunia. Kami ingin menunjukkan bahwa inovasi pendidikan bisa dimulai dari mana saja—asal ada niat, kreativitas, dan kolaborasi.

(Dr, Rawiah, S.Pd., M.Pd)

Recent Posts

SDI Kassi-Kassi Beri Bantuan Korban Kebakaran di Jalan Toddopuli

REPORTASE PENDIDIKAN - UPT SPF SD Inpres Kassi-Kassi kecamatan Rappocini kota Makassar menyalurkan bantuan untuk  korban kebakaran yang terjadi di…

13 jam ago

KKG Gugus IV Merah Putih Kec. Manggala Gelar Workshop Peningkatan Kompetensi Profesional Guru

REPORTASE PENDIDIKAN - Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus IV Merah Putih kecamatan Manggala kota Makassar menggelar workshop  Peningkatan Kompetensi Profesional Guru dengan…

22 jam ago

K3S Kec. Tallo Gelar Pengimbasan Program Digitalisasi Pembelajaran

REPORTASE PENDIDIKAN- Pengimbasan Program Digitalisasi Pembelajaran digelar Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) kecamatan Tallo di UPTD SPF SD Inpres Kaluku Bodoa,…

3 hari ago

Semarakkan Semangat Pramuka! SDN Pongtiku 2 Gelar Nobar Film Pramuka di Cinepolis Phinisi Point Mall Makassar

MAKASSAR, 27 Agustus 2026 – Suasana penuh sukacita dan semangat kebersamaan terlihat jelas saat seluruh siswa beserta dewan guru dan…

5 hari ago

SDI Galangan Kapal II Atasi Sampah di Sekolah dengan Inovasi Bascer

REPORTASE PENDIDIKAN - UPT SPF SD Inpres Galangan Kapal II kecamatan Tallo kota Makassar membuat sebuah inovasi yang diberi nama Bascer…

6 hari ago

SDN Bawakaraeng I Raih Runner-up Turnamen Sepak Bola Antar Pelajar DISPORA 2026

REPORTASE PENDIDIKAN - Tim sepak bola UPTD SPF SDN Bawakaraeng 1 sukses menorehkan prestasi gemilang dengan keluar sebagai runner-up dalam Turnamen…

1 minggu ago
"data-auto-format="rspv" data-full-width>

This website uses cookies.