reportasependidikan.com – Founder Massikola (Makassar Siap Sekolah), dr. Udin Shaputra Malik mendapatkan laporan masyarakat bahwa ada anak yang sudah berusia 9 tahun namun tidak bisa bersekolah dikarenakan tidak memiliki Kartu Keluarga (KK).
Laporan ini didapatkan oleh dr. Udin dari Ketua RT 02 RW 03 Kelurahan Karang Anyar, Umi Kalsum. Yang mana anak bernama Rian ini adalah warga berdomisili di RT 03 RW 03.
Menurut informasi dari tantenya Rian yang mengasuh Rian sejak usia 9 bulan, bahwa namanya telah terpasang di Kartu Keluarganya yang berada di Jayapura.
Tantenya menduplikasi akta kelahiran dari Rian untuk keperluan ke depan dalam ceritanya di kala tim Massikola dan Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) yang sekitaran dua pekan lalu.
Berselang sepekan kemudian, Ibu RT dan teman-teman JPKP menuju ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) untuk mengurus penarikan data Rian yang diketahui ikut pada KK Orangtuanya di Kota Jayapura.
Ternyata, setelah dibantu pihak Dukcapil Makassar, data Rian telah ikut KK baru orangtuanya di Kabupaten Sarmin, Jayapura. Dan info yang saat itu ibu RT, Umi Kalsum dapatkan bahwa datanya akan keluar pada jumat pekan depan (9 September 2022). Namun dengan bantuan berbagai pihak, data itu keluar pada hari Selasa, 6 September 2022.
Akhirnya Rian diadaptasikan masuk ke sekolah sejak hari Selasa. Dan setelah itu, menjadwalkan untuk mendaftarkan Rian yang akan diantarkan langsung oleh dr. Udin Malik sebagai founder Massikola, Kepala Dinas Pendidikan Makassar, Lurah Karang Anyar, Ketua Rumah Zakat Sulawesi Selatan, Bapak Amir, Tim Massikola dan Pengurus JPKP.
dr. Udin, Kadisdik, Lurah Karang Anyar dan tim memulai aktifitas dengan shalat berjamaah di Masjid Shalatu Khairun.
Setelah menunaikan Shalat Jumat, dr. Udin diminta oleh pengurus Masjid untuk memberikan informasi mengenai program Massikola.
Di tempat tersebut dr. Udin mengajak masyarakat untuk melaporkan jika menemukan anak putus sekolah dan tidak sekolah.
Selepas turun dari mimbar, dr. Udin pun bersama rombongan mulai mendengarkan salah seorang jamaah masjid. Setelah itu, rombongan pun berjalan ke rumah Rian.
Setiba di dalam rumah, baik dr. Udin, Kadisdik, Ketua Rumah Zakat dan Lurah pun berdiskusi dengan tantenya mengenai situasi Rian.
Kemudian rombongan berjalan kaki dari rumah Rian menuju ke sekolah untuk mendaftarkan Rian masuk ke dalam SDN Tanggul Patompo I.
Tiba di depan sekolah, tim pun diterima oleh Kepala Sekolah dan para Guru dan langsung menuju ke dalam ruang guru. Namun di saat itu, pak Kadis ingin melakukan kunjungan ke sekolah untuk melihat situasi sekolah. Tak lama berselang, tim pun akhirnya masuk untuk mulai mendaftarkan Rian ke dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang dihubungkan langsung dari Kadis Pendidikan ke Manager Dapodik Disdik.
Tante Rian & Ibu RT, Ummi Kalsum pun membawa data Akta Kelahiran dan KK barunya dari Dukcapil untuk dipakai mendaftar.
Prosesi berakhir dan rombongan duduk sambil menikmati sajian dari pihak sekolah. Sambil itu pula, Kadis Pendidikan memberikan arahan.
“Ke depan semua anak harus sekolah, tidak boleh ditolak oleh sekolah. Tim Massikola nanti membantu saya dalam membuat data besar angka putus dan tidak sekolah. Jadi mari kita bekerja sama menyelesaikan program Walikota kita untuk membuat semua warga Makassar bersekolah”, pungkas, H. Muhyiddin, SE., MM.
Pak Lurah Karang Anyar, Nasrullah ST mengatakan, “Kami pasti mendukung dengan membuka kontainer Makassar Recover menjadi tempat anak ini belajar dan mengembangkan minat dan bakatnya yang di-handle oleh Massikola dan yang lainnya”.
Ketua Rumah Zakat Sulawesi Selatan turut memberi pernyataan, “Rumah Zakat akan membantu semampu kami dalam mendukung anak-anak yang ingin kembali atau baru masuk sekolah, terlebih jika mereka adalah orang yang pantas mendapatkan bantuan”.
Di akhir pernyataan para rombongan, dr. Udin Malik menutup dengan mengatakan, “Massikola ini butuh banyak saran, kritik dan bantuan dari berbagai pihak. Rian dan anak lainnya tidak akan berhasil bersekolah kalau tidak akan kolaborasi dari Lurah, RT/RW, Disdik, hingga bahkan ke Capil. Di akhiri sekolah sebagai lokus beraktifitas perlu terlibat, semua demi masa depan Rian dan anak-anak lain yang kita harusnya dukung bersama-sama dan bukannya malah dihentikan impian mereka”.
Ucapan terima kasih berkali-kali dr. Udin sampaikan ke Kepala Sekolah, Guru bahkan ke kader PKK Kelurahan.
Kegiatan diakhiri dengan foto bersama para rombongan dan beserta dengan guru.
REPORTASE PENDIDIKAN - Siswa kelas 6 UPT SPF SD Negeri Bawakaraeng I Makassar mengikuti Ujian Tes Kemampuan Akademik (TKA). Kegiatan ini dilaksanakan…
REPORTASE PENDIDIKAN - Siswa kelas 6 UPT SPF SD Inpres Maccini Baru kecamatan Tamalate kota Makassar mengikuti Ujian Tes Kemampuan Akademik (TKA).…
REPORTASE PENDIDIKAN -- Dalam rangka memperingati Hari Bumi yang jatuh pada hari ini, Selasa, 22 April 2026, UPT SPF SD NEGERI…
REPORTASE PENDIDIKAN - Semangat dan keseriusan tampak dari siswa kelas 6 UPT SPF SD Inpres Jongaya kecamatan Tamalate kota Makassar dalam mengikuti…
REPORTASE PENDIDIKAN – Perpustakaan Ramah Anak “Abbulo Sibatang” UPT SPF SD Inpres Mallengkeri 1 kecamatan Tamalate kota Makassar hari ini…
REPORTASE PENDIDIKAN -- UPT SPF SD Negeri Sudirman IV Makassar menggelar kegiatan Peringatan Hari Kartini dengan tema " Kartini Adventure Day", Selasa,…
This website uses cookies.