reportasependidikan.com – Jendela Pendidikan Nusantara (JPN) provinsi Sulawesi Selatan bekerjasama dengan PGRI kota Makassar menggelar Training of Trainers Pendidikan Karakter di Hotel Grand Imawan, jalan Pengayoman No. 36 Makassar, minggu (15/9).
Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan kota Makassar yang diwakili oleh Dr. Pantja Nurwahidin, M.Pd (Kepala Bidang GTK Dinas Pendidikan kota Makassar).
Adapun trainers yang dihadirkan dalam kegiatan ini yaitu; Julia Putri Noor, SE, M.Pd (Ketua Umum JPN Pusat), Dr. H. Saripuddin, D, S.Pd, SE, MM (Sekretaris Umum PGRI prov. Sulsel), dan Sainal Abidin, SH, MH (Sekretaris BAN PAUD & PNS). Sementara yang bertindak sebagai moderator, Dr. Dg Maklassa, S.Pd, MM (ketua JPN prov. Sulsel).
Dalam kegiatan ini turut dilakukan pelantikan pengurus pengurus JPN Provinsi Sulawesi Selatan.
Dr. St. Nurbaya, MM selaku ketua panitia mengatakan, tujuan kegiatan ini bertujuan untuk melahirkan trainer-trainer yang dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat pada kegiatan ini khususnya dalam membentuk karaktek anak.
Menurutnya, kegiatan ini sangat penting dilaksanakan karena karakter anak saat ini telah banyak terkikis dengan adanya teknologi.
Anak-anak sekarang kurang mengenal lagi budaya ‘Tabe’ yang menjadi ciri khas daerah kita dalam menghargai sesama manusia terutama kepada guru dan orangtua.
Lanjutnya, kegiatan ini diikuti 80 orang peserta yang berasal dari 8 daerah diantaranya ada dari kabupaten Bone, Sidrap, Enrekang, Bantaeng, Soppeng, Luwu Utara, dan tentunya ada peserta dari kota Makassar.
Sementara itu, Julia Putri Noor selaku Ketua Umum JPN Pusat mengatakan, JPN telah dibentuk dan berkiprah di pusat sejak 2014 yang lalu. Hanya saja untuk kepengurusan JPN provinsi Sulsel baru dilantik pada hari ini. Namun bukan berarti JPN belum melakukan apa-apa di Sulsel, karena sebelumnya kami telah banyak melakukan kegiatan di daerah ini.
Target kami adalah para pemerhati pendidikan, pekerja sosial, guru-guru, dan mahasiswa yang akan dikondisikan dan direkrut untuk menjadi perpanjangan tangan JPN untuk mencapai misi gerakan Cegah, Didik dan Dampingi.
Dan penguatan dari pergerakan JPN itu adalah pembentukan karakter kepada generasi milenial yang nantinya siap menghadapi percepatan perubahan teknologi yang masuk ke Indonesia. Sehingga generasi milenial ini bukan hanya generasi yang bukan hanya pintar secara edukasi tapi inovasinya dan kreativitasnya juga ada untuk di bawah ke dalam masyarakat.
Lanjutnya, JPN juga menitikberatkan pada kecerdasan spritual sehingga anak-anak ini meskipun dia pintar dia harus kembali pada marwah dirinya bahwa dia adalah hamba Allah yang bekerja dan bertanggungjawab terhadap diri, orangtua, keluarga, agama dan bangsanya.
REPORTASE PENDIDIKAN - UPT SPF SDN KIP Bara-Baraya I Makassar hari ini, Senin 20 April 2026, melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA)…
REPORTASE PENDIDIKAN- UPT SPF SD Inpres Mellengkeri I kecamatan Tamalate kota Makassar membentuk komunitas orang tua siswa dengan nama SITONGKA CERDAS. Komunitas…
REPORTASE PENDIDIKAN - UPT SPF SD Inpres Perumnas IV kecamatan Rapoocini kota Makassar bersiap menuju Adiwiyata Nasional tahun 2026. Persiapan menuju…
REPORTASE PENDIDIKAN - Bimbingan Teknis (Bimtek) penyusunan softfile dan penggunaan aplikasi SIDIA dalam Forum Adiwiyata sekolah digelar di Aula SMK Telkom…
REPORTASE PENDIDIKAN - Bimbingan Teknis (Bimtek) penyusunan softfile dan penggunaan aplikasi SIDIA dalam Forum Adiwiyata sekolah digelar di Aula SMK Telkom…
REPORTASE PENDIDIKAN-- UPT SPF SD Inpres Layang Tua I kecamatan Bontoala kota Makassar menggelar bimbingan teknik (bimtek) Calon Sekolah Adiwiyata Nasional sekaligus…
This website uses cookies.