MAKASSAR– Ketua Forum Kemanusiaan Kota Makassar (FKKM) sekaligus Formatur Pengurangan Risiko Bencana, dr Udin Saputra Malik terus menggagas pengurangan risiko kebencanaan di Kota Makassar. Salah satu yang didorong adalah peningkatan kapasitas penanggulangan bencana berbasis wilayah.
Gagasan tersebut disampaikan langsung dalam
Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) 2023 Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar di Hotel Fourt Poin by Sheraton, Selasa, (14/03/2023). Dimana kegiatan tersebut mengangkat tema “Resiliensi dengan Metavarese” dengan maksud merumuskan solusi agar Makassar punya daya tahan di tengah bencana.
Dalam forum tersebut, pria yang akrab disapa Dokter Udin itu menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas penanganan kebencanaan perlu didorong dalam berbagai hal, antara lain mendorong peningkatkan anggaran kebencanaan dan mengawal regulasi yang didorong pemerintah. Selain itu, mendorong pembentukan organisasi siaga bencana di tingkat kelurahan yang berisikan pentahelix.
Lewat organisasi ini peningkatan kapasitas untuk mendeteksi bencana dan mengatasi bencana dikuatkan. Dalam merealisasikannya maka kelompok tersebut melakukan evaluasi, membentuk dapur umum, membuat titik pasti pengungsian, dan membuat posko kesehatan. Selain itu mendorong regulasi yang didorong pemerintah.
“Hal ini sesuai hasil diskusi dalam Mayor Forum 2022 lalu yang melibatkan relawan-relawan kebencanaan,” ujar Alumni Fakultas Kedokteran Unhas 2013 yang meraih predikat Summa Cumlaude IPK 4.00.
Selain dari hasil diskusi di forum tersebut, gagasan dari dr Udin Malik dipikirkan tidak terlepas dari keterlibatannya dalam penanganan kebencanaan di Indonesia, antara lain bencana gempa Padang 2008, Lombok 2018, dan Palu 2018 serta berbagai bencana lain yang Dokter Udin turut hadir sebagai relawan.
Selain itu, dr Udin menyampaikan bahwa kelompok tersebut merupakan perpanjangan tangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah serta OPD terkait lainnya dalam hal penanggulangan kebencanaan.
Peningkatan kapasitas penanggulangan bencana tersebut perlu jadi perhatian pasalnya, dalam Rakorsus 2023 juga telah terpaparkan bahwa berdasarkan penelitian skenario 6 derajat celcius suhu bumi yang terus meningkat sudah menjadi kenyataan. Akibatnya, es mencair di kutub dan air laut naik.
Masalah air laut naik pun kini telah terjadi di Makassar. Selain itu, Makassar tercatat menghadapi dua kali cuaca ekstrem yang luar biasa. Bahkan diprediksi Makassar akan mengalami kenaikan air laut setinggi 14 centimeter sampai tahun 2050.
REPORTASE PENDIDIKAN -- UPT SPF SD Inpres Mallengkeri I kecamatan Tamalate kota Makassar melaksanakan pemantauan dan evaluasi Gerakan (Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah)…
REPORTASE PENDIDIKAN - Siswa kelas 6 UPT SPF SD Negeri Tamamaung I Makassar mengikuti Ujian Tes Kemampuan Akademik (TKA) Gelombang 3. Kegiatan…
REPORTASE PENDIDIKAN – Dalam rangka menuju sekolah Adiwiyata Mandiri, UPT SPF SD Inpres Kassi-Kassi Makassar mengadakan Penandatanganan MoU (Kesepakatan Bersama) Adiwiyata…
REPORTASE PENDIDIKAN - Siswa kelas 6 UPT SPF SD Inpres Kassi-Kassi I Makassar mengikuti Ujian Tes Kemampuan Akademik (TKA) Gelombang 3. Kegiatan…
REPORTASE PENDIDIKAN – Perpustakaan Ramah Anak UPT SPF SD Inpres Tamalanrea II Makassar hari ini diresmikan, jumat (24/4/2026). Perpustakaan dengan…
REPORTASE PENDIDIKAN – Kementerian Kehutanan memperingati Hari Bakti Rimbawan ke-43 dan Hari Bumi Sedunia 2026, dengan menggelar aksi penanaman bersama di…
This website uses cookies.