"data-auto-format="rspv" data-full-width>
Categories: Ragam

Fatimah Al Fihri, Teladan Bagi Para Pencari Ilmu

"data-auto-format="rspv" data-full-width>
"data-auto-format="rspv" data-full-width>

reportasependidikan.com – Kuliah di luar negeri seolah menjadi suatu prestasi tinggi yang saat ini menjadi impian para pencari ilmu di tanah air ini. Memang, ada sebuah ungkapan ‘Kejarlah ilmu sampai ke negeri China’.  Kita dibolehkan mencari ilmu walau harus merantau sekalipun. Namun, hakikatnya adalah bukan soal tempat atau nama beken kampus, melainkan ilmu semata yang harusnya menjadi tujuan utama.

Banyak kampus ternama di luar negeri sana, tapi sebelum terobsesi untuk sampai ke sana, ada baiknya kita renungkan kembali tujuan atau niat kita. Ilmu apa yang kita cari, apa manfaatnya dan untuk apa dan bagaimana kelak kita akan mengamalkannya. Apakah akan menjadi bekal yang baik bagi akhirat, atau hanya untuk kepentingan dunia saja?

Kisah ini mungkin dapat menjadi suatu inspirasi bagi siapa saja yang sedang menuntut ilmu, khusunya para pejuang  toga.

Di kota Fes, Maroko, tersebutlah dua orang kakak beradik keturunan dari sorang pengusaha kaya. Mereka adalah Fatimah Al Fihri dan adiknya, Maryam. Kedua kakak beradik ini memperoleh warisan harta yang sangat banyak saat ayahnya wafat. lalu, apa yang mereka lakukan dengan harta warisan tersebut?

Pada tahun 859 M, atas kecintaannya terhadap agama dan  ilmu pengetahuan, dengan warisan yang dimilikinya Fatimah mendirikan sebuah masjid yang ia jadikan sebagai pusat studi ilmu Islam. Masjid itu diberi nama masjid Qarawiyyin. Sedangkan, Maryam, mendirikan masjid Al Andalus.

Fatimah Al Fihri membangun masjid tersebut dan berhasil mengembangkannya sebagai tempat untuk mengkaji berbagai bidang ilmu pengetahuan. Masjid yang sekaligus  berperan sebagai madrasah kemudian berkembang menjadi sebuah universitas. Pada masa ini, Universitas Qarawiyyin telah tercatat dalam Guiness World of Record sebagai universitas tertua di dunia.

Fatimah Al Fihri merintis dan mempelopori pendidikan di tanah tempat ia dibesarkan. Ia bukan hanya seorang ilmuan yang cerdas, melainkan seorang muslimah yang taat. Sehingga universitas Qarawiyyin yang dibangunnya menjadi bukti sejarah keselarasan antara ilmu pengetahuan dan agama. Keseimbangan antara pemenuhan kehidupan dunia dan bekal untuk akhirat kelak.

Jadi, masjid Qarawiyyin bisa jadi salah satu destinasi anda yang mungkin saat ini  sedang memimpikan kuliah di luar negeri.[]

(inspiradata.com)

Recent Posts

Siswa SDI Layang Tua II Kampanye Penghematan Air, Energi dan Pengelolan Sampah

REPORTASE PENDIDIKAN - Siswa UPT SPF SD Inpres Layang Tua II kecamatan Bontoala kota Makassar menggelar kampanye penghematan air dan energi serta…

2 hari ago

Penarikan Mahasiswa PPL Universitas Bosowa di SDN Mattoanging II

REPORTASE PENDIDIKAN - Penarikan Mahasiswa PPL Universitas Bosowa Makassar setelah kurang lebih dua bulan menjalani praktek mengajar dan tugas keprofesian lainnya…

3 hari ago

SDI Sambung Jawa III Laksanakan Sumatif Akhir Semester

REPORTASE PENDIDIKAN - Dalam rangka mengukur ketercapaian kompetensi peserta didik selama satu semester, UPT SPF SD Inpres Sambung Jawa III kecamatan…

3 hari ago

Siswa SDI Tello Baru I/1 Ikuti Sumatif Akhir Semester

REPORTASE PENDIDIKAN - UPT SPF SD Inpres Tello Baru I/1 kecamatan Panakkukang kota Makassar menggelar Sumatif Akhir Semester (SAS) Genap tahun…

4 hari ago

Siswa SDI Toddopuli I Ikuti Sumatif Akhir Semester

REPORTASE PENDIDIKAN - Dalam rangka mengukur ketercapaian kompetensi peserta didik selama satu semester, sekolah telah melaksanakan Ujian Sumatif Akhir Semester (SAS)…

5 hari ago

Pelepasan Siswa Kelas 6 SDN Tamamaung I

REPORTASE PENDIDIKAN - UPT SPF SD Negeri Tamamaung I kecamatan Panakkukang kota Makassar menggelar pengumuman dan pelepasan siswa kelas 6 yang…

6 hari ago
"data-auto-format="rspv" data-full-width>

This website uses cookies.