"data-auto-format="rspv" data-full-width>
Categories: Ragam

Dukcapil Targetkan 50 Juta Penduduk Indonesia Miliki KTP Digital

"data-auto-format="rspv" data-full-width>
"data-auto-format="rspv" data-full-width>

Manado – Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri mengambil solusi yang asimetrik sebagai langkah bijaksana menggantikan penerbitan KTP-el yang masih banyak dikeluhkan masyarakat.

Zudan menyebutkan 3 kendala pencetakan KTP-el. Pertama pengadaan blanko KTP-el yang mengambil porsi cukup besar anggaran Dukcapil, kemudian harus pula menyediakan printer dengan ribbon, cleaning kit dan film. Belum lagi masalah kendala jaringan internet di daerah.

Kalau ada kendala jaringan, pengiriman hasil perekaman KTP-el tidak sempurna. Walhasil, KTP tidak jadi, karena failer enrollment. Perekaman sidik jari pun gagal karena tidak terkirim ke pusat. “Mengatasi kendala jaringan, ditambah pengadaan peralatan dan blanko itu mahal sekali. Maka Pak Mendagri Tito Karnavian memberikan arahan agar menggunakan pendekatan asimetris, yakni dengan digitalisasi dokumen kependudukan termasuk penerapan Identitas Kependudukan Digital (IKD),” jelas Dirjen Zudan dalam Rakornas Dukcapil 2023 bertajuk “Digitalisasi Adminduk untuk Kemudahan Layanan Publik dan Pemilu 2024” di Novotel Manado Golf Resort & Convention Center, Kairagi II, Sulawesi Utara, Rabu (8/2/2023) malam.

Belum lagi, ungkap Zudan, ada pemekaran 11 kecamatan, 300 desa/kelurahan terutama di daerah otonomi baru (DOB) di Papua. “Jadi kita tidak lagi menambahkan blanko tetapi kita mendigitalkan pelayanan adminduk. KTP elektronik diganti KTP digital,” ujarnya.

Zudan menjelaskan, Dukcapil menargetkan sebanyak 25 persen dari 277 juta penduduk Indonesia menggunakan Identitas Kependudukan Digital (IKD) tahun ini. Target ini juga berlaku bagi Dinas Dukcapil di 514 kabupaten/kota di Indonesia. “Mari kita bertransformasi ke KTP digital. Target tahun ini 25 persen atau 50 juta penduduk Indonesia memiliki KTP digital di hapenya,” kata Zudan.

Untuk mendaftarkan aplikasi IKD, harus didampingi petugas Dukcapil karena memerlukan verifikasi dan validasi yang ketat dengan teknologi face recognition.

“Sekali datang pemohon bisa langsung dapat KTP Digital, dokumen kependudukan lainnya seperti KK dan lainnya sudah bisa langsung dipindahkan data digitalnya ke hape pemohon,” demikian penjelasan Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh. Dukcapil***

Recent Posts

SDN Pongtiku II Ikut Meriahkan Hari Bakti Rimbawan dan Hari Bumi di Untia Makassar

REPORTASE PENDIDIKAN – Kementerian Kehutanan memperingati Hari Bakti Rimbawan ke-43 dan Hari Bumi Sedunia 2026, dengan menggelar aksi penanaman bersama di…

1 hari ago

Peringati Hari Bumi Siswa SDN Paccinang I Gelar Aksi Hijau untuk Bumi

REPORTASE PENDIDIKAN- UPT SPF SD Negeri Paccinang I kecamatan Panakkukang kota Makassar menggelar peringatan Hari Bumi tahun 2026, Rabu, (22/4/2026).…

2 hari ago

Peringati Hari Bumi, Siswa SDI Mallengkeri I Gelar Aksi di Pantai Bosowa

REPORTASE PENDIDIKAN- Siswa UPT SPF SD Inpres Mallengkeri I kecamatan Tamalate kota Makassar menggelar peringatan Hari Bumi tahun 2026, Rabu,…

3 hari ago

Siswa SDI Kassi-Kassi Gelar 3 Aksi Nyata Peringati Hari Bumi 2026

REPORTASE PENDIDIKAN- Siswa UPT SPF SD Inpres Kassi-Kassi kecamatan Rappocini kota Makassar menggelar peringatan Hari Bumi tahun 2026, Rabu, (22/4/2026).…

4 hari ago

Siswa SDI Perumnas I Gelar Aksi Kampanye Peringati Hari Bumi 2026

REPORTASE PENDIDIKAN- Siswa UPT SPF SD Inpres Perumnas I kecamatan Rappocini kota Makassar menggelar peringatan Hari Bumi tahun 2026, Rabu,…

4 hari ago

Pelaksanaan TKA SD 2026 SDN Bawakaraeng I

REPORTASE PENDIDIKAN - Siswa kelas 6 UPT SPF SD Negeri Bawakaraeng I Makassar mengikuti Ujian Tes Kemampuan Akademik (TKA). Kegiatan ini dilaksanakan…

4 hari ago
"data-auto-format="rspv" data-full-width>

This website uses cookies.