"data-auto-format="rspv" data-full-width>
Categories: Aktivity

Bimtek Peningkatan Mutu Layanan Pendidikan GPK di SDN Ung. Mongisidi I

"data-auto-format="rspv" data-full-width>
"data-auto-format="rspv" data-full-width>
Foto saat pembukaan pelatihan bersama Plt Kadis Pendidikan kota Makassar

reportasependidikan.com – SDN Unggulan Mongisidi I menggelar Bimtek Peningkatan Mutu Layanan Pendidikan Guru Pendampingan Khusus (GPK) digelar selama 4 hari.

Kegiatan yang dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan kota Makassar ini diikuti 10 sekolah termasuk SDN Unggulan Mongisidi I sebagai pelaksana. Masing-masing sekolah mengikutkan 4 peserta.

Dra. Hj. Ajawati, kamis (5/9) mengatakan, kegiatan ini berlangsung atas bantuan pemerintah dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus.

Pelatihan ini sudah kedua kalinya dilaksanakan di SDN Unggulan Mongisidi I setelah tahun sebelumnya juga melaksanakan kegiatan pelatihan seperti ini.

Bedanya, tahun lalu ada 10 sekolah yang mendapat kepercayaan melaksanakan pelatihan seperti ini. Namun tahun ini hanya dua sekolah yang ditunjuk sebagai pelaksana. Yaitu, SDN Unggulan Mongisidi I dan SMP Negeri 26 Makassar.

Pemeteri didampingi ibu Hj. Ajawati saat memberikan pelatihan

Ajawati melanjutkan, bantuan anggaran tahun ini lebih besar dari tahun sebelumnya. Jadi kami melaksanakan pelatihan ini selama 4 hari. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang hanya dilaksanakan selama 3 hari dan diikuti hanya 8 sekolah.

Untuk pemateri, kami menghadirkan pemateri nasional dari Universitas Negeri Makassar.

Adapun tujuan dari kegiatan pelatihan ini Ajawati menjelaskan,  kegiatan ini dilaksanakan untuk memberi pemahaman dan pengetahuan kepada guru kelas maupun guru pembimbing khusus (GPK) supaya lebih paham dan mengerti bagaimana cara menangani dan melayani anak berkebutuhan khusus (ABK) yang disabilitas seperti autis,  down syndrome, tuna rungu, dan tunu daksa.

“Jadi guru kelas itu perlu penuh kesabaran dalam menghadapi siswa ABK walaupun ada guru pendamping khusus mendampingi. Karena, biasa anak-anak ABK seperti itu tiba-tiba mengamuk. Jadi kalau guru kelas tidak mengerti cara menghadapi siswa ABK seperti itu, guru bisa emosi dan marah,” pungkasnya.

Peserta pelatihan

Recent Posts

Siswa SDI Tamalanrea II Gelar Aksi Lingkungan Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia

REPORTASE PENDIDIKAN - Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap tanggal 5 Juni, siswa UPT SPF SD Inpres…

1 hari ago

Wali Kota Makassar Beri Ucapan Selamat Atas Promosi Doktor Ilyanti Hasirah Nurgas

REPORTASE PENDIDIKAN - Rasa bahagia dirasakan Ilyanti Hasirah Nurgas, S.Pd, M.Pd saat promosi Doktornya di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar,…

3 hari ago

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di SDI Jongaya

REPORTASE PENDIDIKAN – UPT SPF SD Inpres Jongaya kecamatan Tamalate kota Makassar mengadakan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila pukul 07.00 WITA…

5 hari ago

Tim Futsal SDI Tamalanrea II Raih Juara 1 Futsal O2SN Kecamatan Tamalanrea

REPORTASE PENDIDIKAN - Tim futsal UPT SPF SD Inpres Tamalanrea II Makassar berhasil meraih juara I pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional…

5 hari ago

Upacara Hari Lahir Pancasila di SDI Batua I

REPORTASE PENDIDIKAN – UPT SPF SD Inpres Batua I kecamatan Manggala kota Makassar mengadakan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila pukul 07.00…

5 hari ago

SDI Unggulan BTN Pemda Gelar Pelepasan Siswa secara Sederhana

REPORTASE PENDIDIKAN - UPT SPF SD Inpres Unggulan BTN Pemda Makassar menggelar pengumuman dan pelepasan siswa kelas 6 yang dilaksanakan di…

5 hari ago
"data-auto-format="rspv" data-full-width>

This website uses cookies.