reportasependidikan.com – Dalam pertandingan sepak bola, untuk menentukan pihak mana yang menang atau kalah – tidak boleh hasil seri – maka dilakukan adu pinalti.
Sebelum sistem adu pinalti ini berlaku, jika hasil seri, penentu pemenang menggunakan koin. Tentu saja penentu pemenang melalui koin adalah tindakan untung-untungan. Begitulah anggapan Karl Wald, wasit asal Bavaria, Jerman, sekira tahun 1970.
Wald mengusulkan sistem adu pinalti kepada Ketua Persatuan Sepak Bola Bavaria. Setelah usulan diterima, diteruskan ke Persatuan Sepak Bola Jerrman (DFB). Kemudian aturan ini diterapkan pula di UEFA dan Federation Internationale de Football Association.
Penerapan adu pinalti dalam pertandingan internasional pertama kali dilakukan saat final kejuaran sepak bola Eropa UEFA 1976, antara Cekoslowakia versus Jerman Barat.
Dalam skala lokal, adu pinalti pertama kali diterapkan di Inggris tahun 1970 antara Hull City versus Manchester United memperebutkan Watney Cup. Hal ini menjadi klaim lain, bahwa adu pinalti pertama kali diusulkan di Inggris (**)
REPORTASE PENDIDIKAN — Suasana penuh ketenangan dan kekhusyukan menyelimuti lingkungan UPTD SPF SD Negeri Kompleks IKIP I Makassar, Jumat pagi. Seluruh…
REPORTASE PENDIDIKAN — Sebagai bagian dari pembiasaan ibadah dan pembentukan karakter religius, seluruh siswa-siswi UPTD SPF SD Inpres Pannampu II kecamatan…
REPORTASE PENDIDIKAN – UPTD SPF SD Negeri Tamamaung Makassar dalam suasana penuh khidmat dan kehangatan melangsungkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW,…
REPORTASE PENDIDIKAN - Peringatan maulid nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 12 Hijriyah juga digelar di UPTD SPF SD Inpres Tamamaung III…
REPORTASE PENDIDIKAN – Seluruh warga UPTD SPF SD Inpres Buttatianang II Makassar berkumpul dalam suasana khidmat dan penuh kehangatan untuk memperingati…
REPORTASE PENDIDIKAN – UPTD SPF SD Inpres Bertingkat Layang kecamatan Bontoala kota Makassar turut mengikuti penilaian Lomba Unit Kesehatan Sekolah (UKS)…
This website uses cookies.