"data-auto-format="rspv" data-full-width>
Categories: History

Arkeolog China Temukan Pemandian Kerajaan Berusia 2 Abad

"data-auto-format="rspv" data-full-width>
"data-auto-format="rspv" data-full-width>
Pemandian kerajaan (Foto: Asia One)

reportasependidikan.com – Para arkeolog China kembali menemukan objek bersejarah. Baru-baru ini mereka berhasil menemukan pemandian kerajaan berusia sekira 2 abad.

Seperti dilansir Asia One, Ahad (12/11/2017), arkeolog berhasil menemukan tiga buah tempat atau kolam mandi kerajaan. Kolam itu ditemukan di antara reruntuhan sebuah kota kuno di Xi’an, Provinsi Shaanxi, China.

Mereka menemukannya pada Agustus. Ketika itu, para arkeolog tengah menggali wilayah Yueyang yang menjadi Ibu Kota negara bagian Qin selama masa perang 475-221 sebelum masehi (SM). Saat ini, kota tersebut telah berubah nama menjadi bagian dari Distrik Yanliang.

Pada zaman kerajaan, pemandian dianggap sebagai tempat eksklusif. Oleh karena itu, tempat tersebut hanya digunakan oleh raja dan permaisuri Kerajaan Qin.

Ketiga tempat mandi itu berbentuk segi empat. Tempat ini terlihat didesain secara khusus. Pasalnya, pemandian yang terbuat dari batu bata tanah liat itu diukir dengan pola garis di bagian dinding dan lantainya. Sistem pembuangannya juga terawat dengan baik. Hal ini terlihat di salah satu pemandian.

Penggalian masih terus dilanjutkan oleh arkeolog untuk mengungkap hal bersejarah yang tentu ada di sekitarnya. Para ahli memperkirakan bahwa dimensi seluruhnya belum terungkap.

“Ini adalah bak mandi kerajaan pertama di negara bagian Qin yang kami temukan dengan drainase lengkap,” kata Liu Rui, seorang peneliti di Institut Ilmu Arkeologi, Akademi Ilmu Pengetahuan China.

Tim yang menemukan ini terdiri dari 12 penggali. Mereka telah menyelidiki wilayah bersejarah Yueyang sejak 2013.

Total, mereka telah menemukan tiga istana. Luas istana tersebut meliputi area 4,6 kilometer persegi. Kini, mereka juga berhasil mengidentifikasi kompleks di sekitar bak mandi sebagai inti dari tempat tersebut.

Sebelumnya, arkeolog China juga berhasil menemukan 10 ribu benda berlapis emas dan perak yang diperkirakan berasal dari Dinasti Ming. Barang-barang yang diperkirakan berusia 300 tahun itu ditemukan di dasar sungai di Provinsi Sichuan, China.

Tak hanya koin berlapis emas dan perak, menurut pihak Institut Peninggalan Budaya dan Penelitian Arkeologi para ahli juga menemukan barang-barang lainnya. Barang-barang tersebut mencakup perhiasan berlian, perabot rumah tangga, dan persenjataan berbahan besi seperti pedang, pisau, serta tombak. []

Okezone

Recent Posts

Faber-Castell Gelar Lomba Mewarnai di SDI Kampus IKIP

REPORTASE PENDIDIKAN — Faber-Castell menggelar lomba mewarnai di UPT SPF SD Inpres Kampus IKIP kecamatan Rappocini kota Makassar. Kegiatan yang dilaksanakan…

11 jam ago

Forum Sekolah Adiwiyata Makassar Gelar Coaching Pengisian Softfile dan Aplikasi SIDIA

REPORTASE PENDIDIKAN - Forum Sekolah Adiwiyata kota Makassar menggelar Coaching pengisian softfile dan aplikasi  SIDIA bagi calon sekolah Adiwiyata Nasional dan…

16 jam ago

SDI CIlallang Gelar Pentas Seni Lepas Siswa kelas 6

REPORTASE PENDIDIKAN -  UPT  SPF SD Inpres Cilallang kecamatan Rappocini kota Makassar menggelar acara pentas seni dan Pelepasan Siswa-Siswi Kelas…

17 jam ago

SDI Tamalanrea 2 Sosialisasikan Inovasi Digital “STANDU MAKESSING” untuk Sekolah Bersih dan Berkarakter

REPORTASE PENDIDIKAN – Dalam rangka meningkatkan efektivitas pengelolaan lingkungan sekolah, UPT SPF SD Inpres Tamalanrea 2 menggelar kegiatan Sosialisasi Inovasi STANDU…

2 hari ago

Siswa SDI Layang Tua II Kampanye Penghematan Air, Energi dan Pengelolan Sampah

REPORTASE PENDIDIKAN - Siswa UPT SPF SD Inpres Layang Tua II kecamatan Bontoala kota Makassar menggelar kampanye penghematan air dan energi serta…

6 hari ago

Penarikan Mahasiswa PPL Universitas Bosowa di SDN Mattoanging II

REPORTASE PENDIDIKAN - Penarikan Mahasiswa PPL Universitas Bosowa Makassar setelah kurang lebih dua bulan menjalani praktek mengajar dan tugas keprofesian lainnya…

6 hari ago
"data-auto-format="rspv" data-full-width>

This website uses cookies.